Gorbachev, Dicerca Dan Dipuja

OPINI,kahmibengkulu.com- TIDAK ADA hari berkabung nasional. Pemakaman jasad pemimpin terakhir imperium Uni Soviet itu dilaksanakan secara sederhana tanpa upacara kenegaraan. Tanpa dihadiri Presiden Vladimir Putin. Sabtu 3 September 2022, Mikhail Gorbachev, dimakamkan di samping makam sang istri, Raisa yang telah mendahuluinya 23 tahun lalu. Sang politisi romantis itu kembali menemui cinta sejatinya di pemakaman di Moskow.

Putin sepertinya ingin mewakili arus dalam negeri Rusia yang sebagian besar menganggap Gorbachev bertanggungjawab atas runtuhnya imperium Uni Soviet. Kebijakan Glasnost (keterbukaan) dan Perestroika (perubahan) yang dicetuskan Gorbachev memang berujung bubarnya negara super power itu tahun 1991.

Gorbachev dipuji dan dibenci. Selama menjadi Persiden Uni Soviet (1985-1991), dia menjalin persahabatan dengan Barat. Dia dekat dengan para pemimpin Barat seperti Presiden AS Ronald Reagen atau Helmut Kohl, Kanselir Jerman saat itu. Sampai kemudian dia menggulirkan gagasan perlunya demokratisasi di negara terluas di dunia itu. Ditandai reformasi politik dan ekonomi.

Gorbachev membuat Soviet semakin terbuka sejak 1985. Dia membuka blokir atas pers barat, melakukan reformasi ekonomi, membuka keran kebebasan berbicara dan berpendapat. Di sisi lain, dia juga ingin mempertahankan Uni Soviet. Tapi gagasan perubahan yang dia gulirkan memakan tuannya sendiri. Keterbukaan dan kebebasan itu menyulut tuntutan kemerdekaan dari sejumlah Negara bagian. Dimulai dari Negara-negara Baltik seperti Lithuania, Latvia dan Estonia, disusul Negara-negara bagian lain memisahkan diri seperti Uzbekistan, Belarusia, Armenia, Georgia, Kirgistan, Kazakhstan, Tajikistan, Turkmenistan dan Ukraina yang sekarang diperangi Putin.

Dan Gorbachev gagal mempertahankan Uni Soviet. Tahun 1991, Uni Soviet resmi bubar. Itulah hari-hari terakhir dia meninggalkan Kremlin dibaluti kesedihan dan tangis. Raisa memeluk dan menghiburnya. Saat turun dari panggung politik, keluarga adalah tempat abadi untuk kembali.

Dicerca di dalam negeri, tapi Gorbachev dipuja oleh Negara-negara Barat. Kebijakannya menerapkan keterbukaan dan kebebasan dianggap selaras dengan visi Negara-negara Barat yang liberal. Lebih jauh dari itu, Gorbachev dianggap pahlawan yang telah berjasa mengakhiri perang dingin tanpa pertumpahan darah dan dentuman senjata. Itulah jasa terbesar Gorbachev di mata Negara-negara Barat.

 

BACA JUGA; Kado Reformasi Itu Masih Terjaga

 

Puja-puji dari Barat bukan sekedar kata-kata. Tapi diwujudkan dalam simbol penganugerahan Nobel Perdamaian 1990 untuk Gorbachev. Dia mendapat penghormatan dari pemimpin-pemimpin Barat. “Komitmen tak kenal lelah Gorbachev untuk membuka masyarakat Soviet tetap menjadi contoh bagi kita semua,” ungkap Boris Jhonson, PM Inggris yang kemarin melakukan serah terima jabatan kepada PM Inggris yang baru Elizabeth Truss.

Popularitas Gorbachev terus merosot setelah 1991. Dia mencoba membangun kembali reputasinya dengan mencalon presiden tahun 1996. Tapi kalah. Gorbachev memperoleh suara tak sampai 1 persen. Sejak itu, dia menjadi sosok yang dilupakan dan terlupakan.

Putin adalah antitesa dari Gorbachev. Dalam pandangan Putin, bubarnya Uni Soviet tahun 1991 merupakan tragedi terbesar geopolitik abad 20. Putin selalu terobsesi ingin membangun kembali imperium besar Uni Soviet yang runtuh pada masa Gorbachev. Jika Gorbachev bersahabat dengan Barat, Putin justru menentang Barat. Gorbachev membangun keterbukaan dan kebebasan, Putin justru melakukan tindakan sebaliknya. Kabarnya sebelum meninggal, Gorbachev sempat shock dengan invasi Rusia atas Ukraina.

Putin masih berusia 33 tahun ketika Gorbachev naik menjadi Sekjen Partai Komunis Uni Soviet. Gorbachev sendiri saat itu berusia 54 tahun. Gorbachev menggantikan Konstantin Chernenko beberapa jam sebelum yang bersangkutan meninggal dunia pada malam hari 10 Maret 1985. Siapa sangka, malam pergantian itu menjadi awal yang mengubah wajah dunia.

Gorbachev, pemimpin terakhir Uni Soviet itu kini telah tiada. Dia mendapat karunia umur yang panjang. Wafat di usia 91 tahun. Tapi sejak kematian Raisa 23 tahun lalu, Gorbachev sejatinya juga sudah ikut tiada. Jiwanya ikut terbang bersama. Pengabdiannya untuk Negara dan keluarga sama besarnya.

Mantan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev (Foto: AP) Gambar Google – okezon news

Selamat jalan Gorbachev.

Oleh: Zacky Antony – Wartawan Senior yang juga Ketua Dewan Kehormatan PWI Provinsi Bengkulu

Presidium MW KAHMI Provinsi Bengkulu 2016-2021, 2022- Sekarang

 

 

mwkahmi bengkulu

Website Resmi Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Bengkulu

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *