HMI Bengkulu laporkan Dugaan Tindakan Represif Ke Propam Polda

BENGKULU,kahmibengkulu.com-Tindakan Represif yang dilakukan oleh anggota polisi saat pengamanan Aksi demo tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan Himpunan mahasiswa Islam (HMI) cabang Bengkulu resmi dilaporkan ke Propam Polda Bengkulu. 

Pelaporan ini dilakukan HMI cabang Bengkulu dengan  aksi solidaritas langsung mendatangi Mako Polda Bengkulu pada  Selasa Sore (6/9/2022) sekitar Pukul 15.00 WIB.

Aksi di langsung dipimpin koordinator lapangan (korlap)  Tomy Agustan dan dibawa tanggung jawab ketua umum HMI cabang Bengkulu Maulana Taslam dengan langsung menyampaikan laporan tertulis serta menyampaikan pertanyaan sikap.

Berikut pernyataan sikap yang disampaikan HMI cabang Bengkulu atas tindakan Represif oleh anggota polisi Kepada mahasiswa HMI.

Mengutuk keras dan mengecam aparat kepolisian yang melakukan tindakan represif dan Sewenang-wenang kepada masa aksi.

Mendesak kepolisian daerah Bengkulu melakukan pengusutan dan penindakan atas aksi kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas aksi kekerasan tersebut.

Kemudian mendesak pihak kepolisian bertanggungjawab penuh atas kader Himpunan mahasiswa islam yang mengalami tindakan kekerasan.

Selanjutnya, mendesak Kapolri Jendela Polisi. Drs. Lestyo Sigit Prabowo, M. Si, untuk mencopot Jabatan Kapolres Kota Bengkulu dari AKBP. Andi Dady, S. IkIk, karena dinilai telah gagal dalam pengamanan masa aksi.

Dan mendesak Kompolnas RI, Propam Polri, Komnas HAM RI dan Komisi III DPRD RI, untuk mengusut tuntas aparat yang melakukan tindakan represif terhadap kader HMI Cabang Bengkulu.

 

BACA JUGA :  HMI ; Kenaikan Harga BBM menyakiti Masyarakat 

 

“Hari ini kami dari HMI cang Bengkulu melakukan aksi solidaritas terhadap kawan-kawan yang mengalami kekerasan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian saat aksi pada 31 Agustus lalu,” Ujar Taslam.

Untuk itu HMI cabang Bengkulu meminta kepada Polda Bengkulu untuk mengusut tuntas tindakan kekerasan yang dilakukan boleh oknum tersebut.

Usia berorasi HMI cabang Bengkulu langsung menyampaikan dan  memasukkan laporan tindakan kekerasan yang dialami empat kader HMi ke Propam Polda Bengkulu.

“alhamdulillah berkas yang kami berikan di Terima baik oleh perwakilan Polda Bengkulu,” Terang Ketum HMI cabang Bengkulu. 

Dugaan tindakan represif tersebut terjadi pada Demo penolakan kenaikan harga BBM pada 31 Agustus 2022 lalu di kantor DPRD provinsi Bengkulu yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Bengkulu.

Aksi yang awalnya berjalan damai terjadi kericuhan yang mengakibatkan anggota aksi dari keder HMI sekitar 4 orang mengalami luka-luka yang diduga dilakukan oleh anggota polisi yang bertugas mengamankan demo. (Mc4).

 

mwkahmi bengkulu

Website Resmi Majelis Wilayah KAHMI Provinsi Bengkulu

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *